Postingan

ADAB DAN DOA ZIARAH KUBUR

Gambar
ADAB DAN DOA ZIARAH KUBUR Sekitar Persoalan Penghuni kubur Rasulullah saw bersabda: “Berilah hadiah mayit-mayitmu.” Kemudian kami (sahabat) bertanya: Apa hadiah untuk mayit? Beliau menjawab: “sedekah dan doa.” (Mafatihul Jinan, pasal 10, hlm 57u) Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya setiap-malam dari arwah orang-orang mukmin datang ke tepi alam dunia hingga sampai rumah-rumah mereka, seraya masing-masing mereka memanggil dengan suara yang sedih sambil menangis: wahai keluargaku, anak-anakku, ayahku dan ibuku, kerabatku, sayangi kami niscaya Allah menyayangi kalian dengan hadiah yang kalian berikan pada kami. Celaka kami (karena harta kami), kami yang dibisbat, orang lain yang mengambil manfaat.” Dalam hadits yang lain Rasulullah saw bersabda: “Masin-masing mereka memanggil kerabatnya: Sayangi kami dengan dirham atau roti atau pakaian, niscaya Allah menyayangi kalian dengan pakaian dari surga.” Kemudian Rasulullah saw menangis. Kami (sahabat) pun ikut menangis, Rasulullah s...

Khotbah Jum'at Seri 6: Shalat Mi‘rāj Mukmin: Mendaki Langit, Membumi dengan Akhlak”

Gambar
Khotbah Jum'at Seri 6: Shalat Mi‘rāj Mukmin: Mendaki Langit, Membumi dengan Akhlak” Oleh: Syamsir Nadjamuddin S Ag  (Praktisi Tarekat Kab Maros) ( Jumat, 9/1/2026) Khutbah Pertama الحمدُ للهِ ربِّ العالمين، الحمدُ للهِ الذي أسرى بعبدِه ليلاً من المسجدِ الحرامِ إلى المسجدِ الأقصى، ثم عرج به إلى السموات العُلا، فأراه من آياتِه الكبرى، نحمده سبحانه وتعالى حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه كما يحب ربُّنا ويرضى. وأشهدُ أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهدُ أن محمداً عبدُه ورسولُه، المصطفى المجتبى، المبعوثُ رحمةً للعالمين، اللهم صلِّ وسلِّم وبارك على سيدنا محمد، وعلى آله أجمعين. أمَّا بعدُ فيا أيها الحاضرون، أوصيكم ونفسي بتقوى الله عز وجل، فاتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون. قال تعالى: ﴿سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا﴾ وكان من بركات تلك الليلة فرضُ الصلاةِ التي هي معراجُ المؤمن، بها ترتفع الأرواح، وتطمئن القلوب، وتستقيمُ الحياة صدق الله ال...

Isrā’ Mi‘rāj sebagai Perjalanan Imāmah dalam Perspektif Teologi Ahlul Bait

Gambar
Isrā’ Mi‘rāj sebagai Perjalanan Imāmah dalam Perspektif Teologi Ahlul Bait ( Syamsir Nadjamuddin ) Abstrak Peristiwa Isrā’ Mi‘rāj umumnya dipahami sebagai perjalanan fisik Nabi Muhammad ﷺ dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu naik menembus lapisan langit. Namun, dalam perspektif teologi Ahlul Bait, peristiwa ini memiliki makna yang jauh lebih mendalam, yakni sebagai manifestasi perjalanan Imāmah—kepemimpinan ilahi yang bersifat spiritual, kosmik, dan normatif. Artikel ini bertujuan menjelaskan Isrā’ Mi‘rāj sebagai peneguhan maqām Imāmah Nabi Muhammad ﷺ, sekaligus fondasi keberlanjutan Imāmah pada Ahlul Bait setelah beliau. Dengan pendekatan teologis dan filosofis, artikel ini menegaskan bahwa Isrā’ Mi‘rāj bukan sekadar peristiwa historis, melainkan deklarasi kepemimpinan ilahi dalam tatanan semesta. Kata kunci: Isrā’ Mi‘rāj, Imāmah, Wilāyah, Ahlul Bait, Kepemimpinan Ilahi Pendahuluan Isrā’ Mi‘rāj merupakan salah satu peristiwa paling fundamental dalam sejarah kenabian...

Makna Filosofis Titik Nol Bone Prediksi Data Penulis, Saat Menghadiri Upacara Akbar HAB Ke-80 Kemenag RI di Kab Bone

Gambar
Makna Filosofis Titik Nol Bone Prediksi Data Penulis, Saat Menghadiri Upacara Akbar HAB Ke-80 Kemenag RI di Kab Bone Setelah upacara Akbar ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di lapangan merdeka kota beradat bumi Arung Palakka kabupaten Bone ternyata di satu sisi lapangan tersebut nampak begitu indah sebuah yang spot mengagungkan. Spot tersebut bertuliskan BONE KILO METER ( Barang kali maksudnya ( Bone titik nol kilometer, dll ). Saya mengambil kesempatan untuk berswafoto, juga nampak beberapa kawan lain dari utusan kemenag Maros yg turut menghadiri acara Akbar meminta difoto. Usai berswafoto di tempat tersebut, saya beristirahat sejenak sembarimenatap jauh spot tersebut. Disisi saya, nampak beberapa orang warga To Bone mempercakapkan kenmberadaan spot tersebut. Berikut hasil analisis dan prediksi saya hasil percakapan mereka. 1.  Makna Filosofis Titik Nol Bone adalah Titik Awal Peradaban dan Identitas Bone Titik Nol secara simbolik berarti: Awal perjalanan ...

Isrā’ Mi‘rāj sebagai Perjalanan Imāmah dalam Perspektif Teologi Ahlul Bait

Gambar
Isrā’ Mi‘rāj sebagai Perjalanan Imāmah dalam Perspektif Teologi Ahlul Bait Syamsir Nadjamuddin  Abstrak Peristiwa Isrā’ Mi‘rāj umumnya dipahami sebagai perjalanan fisik Nabi Muhammad ﷺ dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu naik menembus lapisan langit. Namun, dalam perspektif teologi Ahlul Bait, peristiwa ini memiliki makna yang jauh lebih mendalam, yakni sebagai manifestasi perjalanan Imāmah—kepemimpinan ilahi yang bersifat spiritual, kosmik, dan normatif. Artikel ini bertujuan menjelaskan Isrā’ Mi‘rāj sebagai peneguhan maqām Imāmah Nabi Muhammad ﷺ, sekaligus fondasi keberlanjutan Imāmah pada Ahlul Bait setelah beliau. Dengan pendekatan teologis dan filosofis, artikel ini menegaskan bahwa Isrā’ Mi‘rāj bukan sekadar peristiwa historis, melainkan deklarasi kepemimpinan ilahi dalam tatanan semesta. Kata kunci: Isrā’ Mi‘rāj, Imāmah, Wilāyah, Ahlul Bait, Kepemimpinan Ilah Pendahuluan Isrā’ Mi‘rāj merupakan salah satu peristiwa paling fundamental dalam sejarah kenabian...

Cahaya Hikmah Ahlul Bait dalam Peristiwa Mi‘raj Bagian ke-3

Gambar
Kutipan ‘Irfani Imam Ali bin Abi Thalib Dalam khazanah hikmah Imam Ali a.s. Mi‘raj dipahami sebagai penyingkapan batin, bukan sekadar perpindahan tempat. Beliau berkata: “Aku tidak menyembah Tuhan yang tidak aku lihat.” (Nahjul Balaghah, Hikmah) Ketika ditanya bagaimana beliau melihat Allah, Imam Ali menjawab: “Mata tidak mampu melihat-Nya dengan penglihatan lahir, tetapi hati melihat-Nya dengan hakikat iman.” Dalam perspektif ‘irfan, inilah rahasia Mi‘raj: melihat dengan hati yang telah disucikan, bukan dengan mata jasad. Rasulullah ﷺ pada malam Mi‘raj mencapai kesempurnaan penyaksian ini—penyaksian yang melampaui bentuk, arah, dan ruang. Kutipan ‘Irfani Imam Ja‘far al-Shadiq Imam Ja‘far ash-Shadiq a.s. menyingkap dimensi batin Mi‘raj dengan bahasa para arif. Beliau bersabda: “Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia menyingkap tabir antara diri-Nya dan hamba itu.” Dan dalam riwayat lain: “Hati adalah haram Allah; maka jangan engkau tempatkan selain Allah di dalamnya.” M...

Ekoteologi Sosial dalam Horizon Irfānī: Filosofis-Tasawuf atas Simbol Profetik Muhammad Al Mahiy dan Isa Al Masih

Gambar
Abstrak Krisis ekologis modern tidak dapat dilepaskan dari krisis makna, spiritualitas, dan relasi ontologis manusia dengan alam. Artikel ini bertujuan mengkaji ekoteologi sosial melalui pendekatan filosofis-irfānī dan tasawuf dengan menjadikan Muhammad Al Mahiy dan Isa Al Masih sebagai simbol kesadaran profetik kosmik. Dengan metode kualitatif-reflektif berbasis studi pustaka dan hermeneutika spiritual, kajian ini menegaskan bahwa alam merupakan tajallī Ilahi yang memiliki dimensi sakral dan etis. Spiritualitas profetik dalam perspektif irfān menempatkan manusia bukan sebagai penguasa mutlak alam, melainkan sebagai penjaga keselarasan wujud. Artikel ini menyimpulkan bahwa ekoteologi sosial irfānī dapat menjadi fondasi etika transformatif dalam menghadapi krisis ekologis dan ketimpangan sosial kontemporer. Kata kunci: Ekoteologi, Irfān, Tasawuf, Muhammad Al Mahiy, Isa Al Masih, Teologi Sosial. Pendahuluan Dalam filsafat dan tasawuf, alam semesta tidak pernah dipahami sebaga...