Arafah dalam Perspektif Ahli Ma‘rifat
Tinjauan Analisis Ma‘rifat: Hikmah ‘Arafah dalam Perspektif Ahli Ma‘rifat Mukadimah Hari ‘Arafah dalam kerangka ma‘rifat tidak sekadar dipahami sebagai ritual haji, melainkan sebagai momen eksistensial di mana manusia berhadapan langsung dengan hakikat dirinya. Dalam perspektif Ahli Ma‘rifat, ‘Arafah merupakan titik kulminasi kesadaran ontologis: kesadaran akan kefakiran wujud (faqr al-wujūd) di hadapan Yang Maha Mutlak. Di sini, keberadaan manusia tidak lagi dipahami sebagai entitas mandiri, tetapi sebagai manifestasi yang sepenuhnya bergantung pada Allah SWT. Oleh karena itu, ‘Arafah menjadi ruang batin untuk kembali dari ilusi kemandirian menuju realitas kehambaan. * ‘Arafah sebagai Epistemologi Ma‘rifat * Secara etimologis, “‘Arafah” berasal dari akar kata: عَرَفَ — يَعْرِفُ (mengetahui, mengenal) Dalam analisis ma‘rifat, kata ini menunjukkan bahwa inti perjalanan spiritual manusia adalah pengetahuan eksistensial, bukan sekadar konseptual. Ahli Ma‘rifat menegaskan...