Mengganjilkan Suasana Puasa Ramadhan: Menyelami Makna Witr dalam Transformasi Jiwa
Mengganjilkan Suasana Puasa Ramadhan Menyelami Makna Witr dalam Transformasi Jiwa Puasa Ramadhan dalam Islam umumnya dipahami sebagai praktik ibadah yang menahan makan, minum, dan hawa nafsu. Namun dalam perspektif esoterik Islam, puasa memiliki dimensi spiritual yang lebih dalam, yaitu proses transformasi batin menuju kesatuan dengan kehendak Ilahi. Artikel ini bertujuan menelaah makna simbolik konsep witr (ganjil) dalam puasa Ramadhan melalui pendekatan tasawuf dan filsafat Islam. Pemikiran tokoh-tokoh seperti Ali ibn Abi Talib, Fatimah al-Zahra, Mulla Sadra, Ibn Arabi, dan Morteza Motahhari digunakan untuk memahami puasa sebagai perjalanan ontologis jiwa. Selain itu, perspektif spiritual dari para ahli Tarekatnya turut dianalisis untuk menunjukkan bagaimana puasa dipraktikkan sebagai latihan kesunyian batin di tengah kehidupan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa puasa tidak sekadar disiplin fisik, tetapi merupakan sarana penyucian hati agar manusia kembali kepada kesa...