Ramadhan: Tata Ekologi Batin — Metafora Pohon Ṭayyibah dan Pohon Khabīṯah
Ramadhan: Tata Ekologi Batin — Metafora Pohon Ṭayyibah dan Pohon Khabīṯah Salewangang Ilmu Maros -Ramadhan sebagai proses pembentukan tata ekologi batin melalui pendekatan metaforis Al-Qur’an tentang pohon ṭayyibah (baik) dan pohon khabīṯah (buruk). Dengan pendekatan teologis-filosofis dan refleksi tasawuf, tulisan ini menempatkan puasa sebagai mekanisme penyucian kesadaran, pengelolaan nafs, dan restorasi relasi manusia dengan Tuhan, sesama, serta alam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Ramadhan berfungsi sebagai laboratorium spiritual yang menumbuhkan “akar kesadaran tauhid”, “batang akhlak”, dan “buah amal saleh”, sekaligus mencabut struktur batin yang toksik berupa egoisme dan dominasi nafsu. Konsep ekologi batin ini memperluas pemahaman puasa bukan sekadar ibadah ritual, melainkan transformasi ontologis manusia menuju keseimbangan spiritual. Kata kunci: Ramadhan, ekologi batin, pohon ṭayyibah, tasawuf, etika spiritual Pendahuluan Ramadhan dalam tradisi Islam tidak hanya d...