ADAB DAN DOA ZIARAH KUBUR

ADAB DAN DOA ZIARAH KUBUR

Sekitar Persoalan Penghuni kubur
Rasulullah saw bersabda:
“Berilah hadiah mayit-mayitmu.” Kemudian kami (sahabat) bertanya: Apa hadiah untuk mayit? Beliau menjawab: “sedekah dan doa.” (Mafatihul Jinan, pasal 10, hlm 57u)

Rasulullah saw bersabda:
Sesungguhnya setiap-malam dari arwah orang-orang mukmin datang ke tepi alam dunia hingga sampai rumah-rumah mereka, seraya masing-masing mereka memanggil dengan suara yang sedih sambil menangis: wahai keluargaku, anak-anakku, ayahku dan ibuku, kerabatku, sayangi kami niscaya Allah menyayangi kalian dengan hadiah yang kalian berikan pada kami. Celaka kami (karena harta kami), kami yang dibisbat, orang lain yang mengambil manfaat.”

Dalam hadits yang lain Rasulullah saw bersabda:
“Masin-masing mereka memanggil kerabatnya: Sayangi kami dengan dirham atau roti atau pakaian, niscaya Allah menyayangi kalian dengan pakaian dari surga.” Kemudian Rasulullah saw menangis. Kami (sahabat) pun ikut menangis, Rasulullah saw tak kuasa berbicara karena banyaknya menangis. Kemudian beliau bersabda: “Mereka itu adalah saudara kalian dalam agama, mereka hancur menjadi tanah setelah mereka (di dunia) diliputi kesenangan dan kenikmatan. Mereka memanggil dengan seruan: “Celaka kami, sekiranya kami dulu menafkahkan harta kami di jalan Allah dan ketaatan kepada Allah dan ridha-Nya, niscaya kami tidak membutuhkan kalian.” Lalu mereka pulang dengan kerugian dan penyesalan, dan mereka berucap: Cepatlah kalian bersedekah untuk mayit kalian.”

Muhammad bin Muslim pernah bertanya kepada Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa): Bolehkah kami berziarah pada orang-orang yang telah meninggal? Beliau menjawab: Boleh. Kemudian aku bertanya lagi: Apakah mereka mengenali kami ketika kami berziarah kepada mereka? Beliau menjawab: “Demi Allah, mereka mengenal kalian, mereka bahagia dan terhibur dengan kedatangan kalian.” Aku bertanya lagi: Apa yang harus kami baca ketika kami berziarah kepada mereka? Beliau menjawab: bacalah doa ini. (lihat doa berikutnya)

Imam Musa Al-Kadzim (as) berkata:
“Barangsiapa yang tidak mampu bersedekah atau beramal kepada kami (Ahlul bait), maka hendaknya berziarah pada orang-orang shaleh yang menyayangi kepada kami, maka akan dicatat baginya seperti pahala berziarah kepada kami dan barangsiapa yang tidak mampu bersilaturahmi kepada kami, maka hendaknya mencintai menyayangi silaturahmi pada orang-orang shaleh yang menyayangi kepada kami, maka akan dicatat baginya seperti dia telah menyambung silaturahmi pada kami.”

Imam Ali Ar-Ridha (as) berkata:
“Barangsiapa yang mendatangi kuburan saudarnya yang mukmin, kemudian meletakkan tangannya pada kuburannya dan membaca surah Al-Qadar (97) 7 kali, niscaya Allah akan diselamatkan pada hari kiamat.”

Dalam hadis yang lain disebutkan: “dan menghadapkan ke kiblat.”
Syeikh Abbas Qummi (ra) mengatakan: Pahala bacaan surat tersebut itu untuk orang yang membacanya, juga untuk penghuni kubur yang diziarahi. Karena hal ini dikuatkan oleh hadis-hadis yang lain.
Makruh Ziarah kubur di malam hari
Tentang makruhnya ziarah ke kuburan orang-orang mukmin di malam hari, Rasulullah saw bersabda kepada Abu Dzarr: “Jangan sekali-kali kamu berziarah kepada mereka di malam hari.”

Adab dan Doa Ziarah Kubur

Pertama: 
Ketika memasuki areal kuburan mengucapkan salam.

Salam Cara pertama
Abdullah bin Sinan pernah bertanya kepada Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa): Bagaimana cara mengucapkan salam kepada penghuni kubur? Beliau menjawab: Ucapkan:

السَّلَامُ عَلَىٰ أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، أَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ، رَحِمَ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ.

As-salāmu ‘alā ahli d-diyāri mina al-mu’minīna wal-muslimīn,
antum lanā faraṭun wa naḥnu lakum taba‘,
raḥimallāhu al-mustaqdimīna minnā wal-musta’khirīn,
wa innā in syā’a Allāhu bikum lāḥiqūn.

Makna
Salam sejahtera atas penghuni negeri (kubur) dari kalangan mukmin dan muslim.
Kalian mendahului kami dan kami akan menyusul kalian.
Semoga Allah merahmati yang mendahului dan yang kemudian dari kami.
Sesungguhnya kami insyaAllah akan menyusul kalian.

Salam Cara kedua
Assalāmu ‘alā ahlil diyār, minal mu’minīna wal muslimīn, antum lanā farṭhun, wa naḥnu insyā’Allāhu bikum lāḥiqūn.

Salam atas para penghuni kubur, mukminin dan muslimin, engkau telah mendahului kami, dan insya Allah kami akan menyusulmu.

Salam Cara ketiga
Seperti yang diajarkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib (sa):

اَلسَّلَامُ عَلَىٰ اَهْلِ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مِنْ اَهْلِ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، يَا اَهْلَ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ بِحَقِّ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ كَيْفَ وَجَدْتُمْ قَوْلَ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مِنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، يَا لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ بِحَقِّ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ اِغْفِرْ لِمَنْ قَالَ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَاحْشُرْنَا فِيْ زُمْرَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ، عَلِيٌّ وَلِيُّ اللهِ

As-salāmu ‘alā ahli lā ilāha illallāh min ahli lā ilāha illallāh, yā ahla lā ilāha illallāh bihaqqi lā ilāha illallāh, kaifa wajadtum qawla lā ilāha illallāh min lā ilāha illallāh, yā lā ilāha illallāh bihaqqi lā ilāha illallāh ighfir liman qāla lā ilāha illallāh, wahsyurnā fī zumrati man qāla lā ilāha illallāh, Muḥammadun Rasūlullāh, ‘Aliyyun walīyullāh.

Salam bagi yang mengucapkan lā ilāha illallāh
dari yang mengucapkan lā ilāha illallāh,
wahai yang mengucapkan kalimah lā ilāha illallāh dengan hak lā ilāha illallāh, bagaimana kamu memperoleh kalimah lā ilāha illallāh dari lā ilāha illallāh, wahai lā ilāha illallāh dengan hak lā ilāha illallāh ampuni orang yang membaca kalimah lā ilāha illallāh, dan himpunkan kami ke dalam golongan orang yang mengucapkan lā ilāha illallāh Muhammadar Rasūlullāh ‘Aliyyun waliyyullāh.

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: “Barangsiapa yang memasuki areal kuburan, lalu mengucapkan (salam tersebut), Allah memberinya pahala kebaikan 50 tahun, dan mengampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya 50 tahun.”

Kedua:
Membaca:
Surat Al-Qadar (7 kali),
Surat Al-Fātiḥah (3 kali),
Surat Al-Falaq (3 kali),
Surat An-Nās (3 kali),
Surat Al-Ikhlāṣ (3 kali),
Ayat Kursi (3 kali).

Dalam suatu hadis disebutkan: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Qadar (7 kali) di kuburan seorang mukmin, Allah mengutus malaikat padanya untuk beribadah di dekat kuburannya, dan mencatat bagi si mayit pahala dari ibadah yang dilakukan oleh malaikat itu sehingga Allah memasukkan ia ke surga. Dan dalam membaca surat Al-Qadar disertai surat Al-Falaq, An-Nas, Al-Ikhlash dan Ayat kursi, masing-masing (3 kali).”

Ketiga:
Membaca doa berikut ini (3 kali):

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ أَنْ لَا تُعَذِّبَ هٰذَا الْمَيِّتَ.

Allāhumma innī as’aluka bihaqqi Muḥammadin wa āli Muḥammadin an lā tu‘adzdziba hādzal mayyit.

Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad janganlah azab penghuni kubur ini.

Rasulullah saw bersabda:
“Tidak ada seorang pun yang membaca doa tersebut (3 kali) di kuburan seorang mayit, kecuali Allah menjauhkan darinya azab hari kiamat.”

Keempat:
Meletakkan tangan di kuburannya sambil membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ ارْحَمْ غُرْبَتَهُ، وَسَلِّ وَحْدَتَهُ، وَآنِسْ وَحْشَتَهُ، وَآمِنْ رَوْعَتَهُ، وَأَسْكِنْ إِلَيْهِ مِنْ رَحْمَتِكَ مَا يَسْتَغْنِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ، وَأَلْحِقْهُ بِمَنْ كَانَ يَتَوَلَّاهُ.

Allāhummahram ghurbatahu, wa sill waḥdatahu, wa ānis wahsyatahu, wa āmin raw‘atahu, wa askin ilaihi min raḥmatika mā yastaghni bihā ‘an raḥmati min siwāka, wa alḥiqhu bimam kāna yatawallāhu.

Ibnu Thawus mengatakan: Jika kamu hendak berziarah ke kuburan orang-orang mukmin, maka hendaknya hari Kamis. Jika tidak, maka waktu tertentu yang kamu kehendaki, menghadap ke kiblat sambil meletakkan tangan pada kuburannya dan membaca doa tersebut.

Muhammad bin Muslim pernah bertanya kepada Imam Ja‘far Ash-Shādiq (sa): Bolehkah kami berziarah ke orang-orang yang telah meninggaI? Beliau menjawab: Boleh. Kemudian aku bertanya lagi: Apakah mereka mengenal kami ketika kami berziarah kepada mereka? Beliau menjawab: “Demi Allah, mereka mengenal kalian, mereka bahagia dan terhibur dengan kehadiran kalian.” Aku bertanya lagi: Apa yang dibaca ketika kami berziarah kepada mereka? 
Beliau menjawab: bacalah doa ini:

اَللّٰهُمَّ جَافِ الْأَرْضَ عَنْ جُنُوْبِهِمْ، وَشَايِعْ إِلَيْكَ أَرْوَاحَهُمْ، وَلَقِّهِمْ مِنْكَ رِضْوَانًا، وَاَسْكِنْ إِلَيْهِمْ مِنْ رَحْمَتِكَ مَا تَسْتَغْنِي بِهَا وَحْدَتَهُمْ، وَتُؤْنِسُ بِهَا وَحْشَتَهُمْ، إِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ

Allāhumma jāfil arḍa ‘an junūbihim, wa syāyi‘ ilaiKa arwāḥahum, wa laqqihim minka riḍwānan, wa askin ilaihim min raḥmatika mā tastaġnī bihā waḥdatahum, wa tu’nisu bihā waḥsyatahum, innaka ‘alā kulli syay’in qadīr.

Ya Allah, luaskan kuburan mereka, muliakan arwah mereka, sampaikan mereka pada ridha-Mu, tenteramkan mereka dengan rahmat-Mu, rahmat yang menyambungkan kesendirian mereka, yang menghibur kesepian mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Syamsir Nadjamuddin

Referensi Kitab (Turats)
الطوسي، محمد بن الحسن
تهذيب الأحكام
Doa-doa ziarah dan permohonan untuk mayit dengan redaksi seperti “ارحم غربته، وآنس وحشته، وآمن روعته” banyak ditemukan dalam bab ziarah dan doa bagi ahli kubur.
الطوسي، محمد بن الحسن
مصباح المتهجد وسلاح المتعبد
Kitab induk doa dan amalan, memuat doa-doa ziarah kubur dan permohonan rahmat bagi orang yang telah wafat.
ابن بابويه القمي (الصدوق)
من لا يحضره الفقيه
Dalam pembahasan adab ziarah kubur dan doa bagi mayit, terdapat makna dan struktur doa yang sejalan dengan teks ini.
الكفعمي، إبراهيم بن علي
البلد الأمين والدرع الحصين
Menghimpun doa-doa populer ziarah kubur, termasuk ungkapan rahmat, penghiburan kesendirian, dan rasa aman bagi mayit.
العلامة المجلسي، محمد باقر
بحار الأنوار
Jilid tentang doa, ziarah, dan adab menghadapi kematian memuat redaksi doa-doa yang semakna dan menjadi sumber rujukan ulama kemudian.
العباس القمي
مفاتيح الجنان
Doa-doa ziarah kubur dan permohonan bagi mayit yang digunakan secara luas di kalangan Syiah Itsnā ‘Asyariyyah; redaksi doa ini dikenal melalui tradisi amaliah kitab ini.
النووي، يحيى بن شرف
الأذكار
Dalam tradisi Ahlus Sunnah, kitab ini memuat doa-doa untuk mayit dengan struktur permohonan rahmat, ketenangan, dan perlindungan di alam barzakh.
Daftar Pustaka (Format Akademik)
al-Ṭūsī, Muḥammad ibn al-Ḥasan. Tahdhīb al-Aḥkām. Beirut: Dār Iḥyā’ al-Turāth al-‘Arabī.
al-Ṭūsī, Muḥammad ibn al-Ḥasan. Miṣbāḥ al-Mutahajjid wa Silāḥ al-Muta‘abbid. Qom: Mu’assasat al-Nashr al-Islāmī.
Ibn Bābawayh al-Qummī (al-Ṣadūq). Man Lā Yaḥḍuruhu al-Faqīh. Qom: Jamā‘at al-Mudarrisīn.
al-Kaf‘amī, Ibrāhīm ibn ‘Alī. al-Balad al-Amīn wa al-Dir‘ al-Ḥaṣīn. Beirut: Mu’assasat al-A‘lamī.
al-Majlisī, Muḥammad Bāqir. Biḥār al-Anwār. Beirut: Dār Iḥyā’ al-Turāth al-‘Arabī.
al-Qummī, ‘Abbās. Mafātīḥ al-Jinān. Qom: Dār al-Ḥadīth.
al-Nawawī, Yaḥyā ibn Sharaf. al-Adhkār. Beirut: Dār al-Fikr.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Dibaiat dalam Tarekat: Tinjauan Irfan. Oleh: Syamsir N

Makna Filosofis Titik Nol Bone Prediksi Data Penulis, Saat Menghadiri Upacara Akbar HAB Ke-80 Kemenag RI di Kab Bone

TELLONGENG 4: DOA POHON KENABIAN DI BULAN SYA'BAN