Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Cahaya Hikmah Ahlul Bait dalam Peristiwa Mi‘raj Bagian ke-3

Gambar
Kutipan ‘Irfani Imam Ali bin Abi Thalib Dalam khazanah hikmah Imam Ali a.s. Mi‘raj dipahami sebagai penyingkapan batin, bukan sekadar perpindahan tempat. Beliau berkata: “Aku tidak menyembah Tuhan yang tidak aku lihat.” (Nahjul Balaghah, Hikmah) Ketika ditanya bagaimana beliau melihat Allah, Imam Ali menjawab: “Mata tidak mampu melihat-Nya dengan penglihatan lahir, tetapi hati melihat-Nya dengan hakikat iman.” Dalam perspektif ‘irfan, inilah rahasia Mi‘raj: melihat dengan hati yang telah disucikan, bukan dengan mata jasad. Rasulullah ﷺ pada malam Mi‘raj mencapai kesempurnaan penyaksian ini—penyaksian yang melampaui bentuk, arah, dan ruang. Kutipan ‘Irfani Imam Ja‘far al-Shadiq Imam Ja‘far ash-Shadiq a.s. menyingkap dimensi batin Mi‘raj dengan bahasa para arif. Beliau bersabda: “Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia menyingkap tabir antara diri-Nya dan hamba itu.” Dan dalam riwayat lain: “Hati adalah haram Allah; maka jangan engkau tempatkan selain Allah di dalamnya.” M...

Ekoteologi Sosial dalam Horizon Irfānī: Filosofis-Tasawuf atas Simbol Profetik Muhammad Al Mahiy dan Isa Al Masih

Gambar
Abstrak Krisis ekologis modern tidak dapat dilepaskan dari krisis makna, spiritualitas, dan relasi ontologis manusia dengan alam. Artikel ini bertujuan mengkaji ekoteologi sosial melalui pendekatan filosofis-irfānī dan tasawuf dengan menjadikan Muhammad Al Mahiy dan Isa Al Masih sebagai simbol kesadaran profetik kosmik. Dengan metode kualitatif-reflektif berbasis studi pustaka dan hermeneutika spiritual, kajian ini menegaskan bahwa alam merupakan tajallī Ilahi yang memiliki dimensi sakral dan etis. Spiritualitas profetik dalam perspektif irfān menempatkan manusia bukan sebagai penguasa mutlak alam, melainkan sebagai penjaga keselarasan wujud. Artikel ini menyimpulkan bahwa ekoteologi sosial irfānī dapat menjadi fondasi etika transformatif dalam menghadapi krisis ekologis dan ketimpangan sosial kontemporer. Kata kunci: Ekoteologi, Irfān, Tasawuf, Muhammad Al Mahiy, Isa Al Masih, Teologi Sosial. Pendahuluan Dalam filsafat dan tasawuf, alam semesta tidak pernah dipahami sebaga...

Isra Mi‘raj dalam Cahaya Tasawuf ‘Irfan Ahlul Bait Nabi ﷺ Bagian 2

Gambar
Mukadimah: Mi‘raj sebagai Panggilan Ruh Dalam pandangan tasawuf ‘irfan Ahlul Bait Nabi ﷺ, Isra Mi‘raj bukan sekadar peristiwa sejarah yang dialami oleh Nabi Muhammad ﷺ, melainkan pola abadi perjalanan ruh setiap insan menuju Tuhan. Apa yang terjadi pada malam Mi‘raj adalah gambaran sempurna tentang kerinduan makhluk kepada asal cahaya dirinya.   Mi‘raj adalah kisah cinta antara hamba dan Tuhan; sebuah undangan ilahi agar manusia meninggalkan bumi ego, menuju langit ma‘rifah. Isra: Perjalanan Pelepasan dari Alam Kasar Isra—perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha—dalam bahasa ‘irfan, bukan sekadar perpindahan geografis, melainkan pelepasan ruh dari kungkungan dunia materi. Masjidil Haram melambangkan pusat lahiriah ibadah, sedangkan Masjidil Aqsha melambangkan kesucian batin dan kesadaran ruhani. Dalam tafsir batin Ahlul Bait Nabi ﷺ, Isra adalah tahap tazkiyatun nafs—pembersihan jiwa dari keterikatan dunia, ambisi ego, dan bayang-bayang nafsu. Tanpa Isra batin, M...

Isra Mi‘raj Menurut Perspektif Ahlul Bait Bagian 1

Gambar
Pendahuluan Peristiwa Isra Mi‘raj merupakan salah satu kejadian paling agung dalam sejarah kenabian Nabi Muhammad ﷺ. Dalam perspektif Ahlul Bait, Isra Mi‘raj dipahami bukan sekadar perjalanan fisik dan spiritual, tetapi juga sebagai peristiwa kosmik dan metafisis yang sarat makna wilāyah, ma‘rifah, dan kedekatan eksistensial antara Rasulullah ﷺ dan Allah SWT. Ahlul Bait memandang Isra Mi‘raj sebagai puncak manifestasi kesempurnaan insān kāmil (manusia sempurna), yang menjadi teladan tertinggi bagi perjalanan ruhani umat manusia. Hakikat Isra Mi‘raj dalam Pandangan Ahlul Bait Dalam teologi Ahlul Bait, Isra Mi‘raj diyakini terjadi secara jasmani dan ruhani sekaligus. Tubuh Rasulullah ﷺ tidak terlepas dari ruhnya, melainkan ikut serta dalam perjalanan ilahi tersebut. Hal ini dipandang sebagai bukti kekuasaan mutlak Allah yang tidak terikat oleh hukum materi biasa. Pandangan ini menegaskan bahwa keterbatasan ruang dan waktu tidak berlaku bagi kehendak Tuhan. Isra Mi‘raj bukan s...

Filsafat Isra Mi'raj: Menyingkap Makna Transenden Perjalanan Spiritual Nabi Muhammad SAW

Gambar
Salewangang Ilmu Maros- Peristiwa Isra Mi'raj, sebuah perjalanan malam dan kenaikan spiritual Nabi Muhammad SAW, merupakan salah satu mukjizat terbesar dalam sejarah Islam yang terus menjadi sumber refleksi filosofis dan spiritual . Terjadi setelah "Tahun Kesedihan" dan ujian di Ta'if, peristiwa ini menegaskan janji Allah SWT bahwa setelah kesulitan akan selalu ada kemudahan . Meskipun tanggal pastinya tidak diketahui, Isra Mi'raj secara tradisional diperingati pada tanggal 27 Rajab .  Peristiwa ini tidak hanya menantang pemahaman konvensional tentang ruang dan waktu, tetapi juga sarat dengan simbolisme mendalam yang relevan bagi pembentukan karakter dan spiritualitas individu muslim hingga era modern. Pendahuluan dan Konteks Historis-Teologis Isra Mi'raj    Isra Mi'raj adalah tonggak penting yang menandai puncak dari pengalaman spiritual Nabi Muhammad SAW . Peristiwa ini melibatkan dua bagian: *Isra*, perjalanan malam dari Masjidil Haram di Me...

Mengapa Hanya Ali Disebut Imam, Bukan Sahabat yang Lain?

Gambar
Mengapa Hanya Ali Disebut Imam, Bukan Pada Sahabat Yang Lain? Tinjauan Filsafat Imamah Perbandingan Ahlus Sunnah dan Ahlul Bait tentang Imamah Pandangan Tarekat-Tarekat Sufi terhadap Ali sebagai Imam Salewangang Ilmu Maros -Dalam dinamika sejarah Islam, Ali bin Abi Thalib memiliki kedudukan yang sangat khusus. Ia bukan hanya sahabat Nabi, tetapi juga menantu, murid, dan sekaligus penerus spiritual Rasulullah SAW. Sementara sahabat-sahabat lain dikenang dengan gelar khalifah atau sahabat, hanya Ali yang konsisten disebut sebagai imam dalam literatur Syiah, tasawuf, dan sebagian khazanah Sunni. Mengapa demikian?  Makalah ini mencoba mengurai alasan-alasan historis, teologis, dan filosofis dari fenomena tersebut. Definisi Imam dalam Islam Secara linguistik, imam berarti orang yang berada di depan dan menjadi teladan. Dalam Al-Qur'an, istilah ini digunakan dalam berbagai konteks: Pemimpin kebaikan: "Dan Kami jadikan mereka itu imam-imam yang memberi petunjuk...