Bagian 1: Menyembelih Binatang Diri: Tafsir Sufistik Bulan Zulhijjah
Salewangang Ilmu Maros- "Dalam diri setiap kita, terdapat ratusan binatang. Ada Kera, babi, serigala, kambing dan hewan lainnya, bersemayam dalam diri. Tentu, binatang diri bersifat potensi, dan boleh jadi telah mengaktual". (Alfyt Lyceum, Filsuf Muda Makassar, 2024) "Dalam fitrah kita masing-masing ada ratusan babi. Kalau kalian tak mengetahui perihal babi-babi kalian sendiri, maka kalian tak akan pernah mengenal jalan cinta". (Fariduddin Attar, Filsuf Iran) Bulan Zulhijjah dikenal sebagai waktu yang sarat dengan ibadah ritual, terutama haji dan penyembelihan hewan qurban. Namun, dalam perspektif tasawuf, momentum ini lebih dari sekadar ritual lahiriah. Ia adalah panggilan batin untuk menyembelih "binatang diri" — simbol dari hawa nafsu, ego, dan keakuan yang menjadi hijab antara hamba dan Tuhannya. Artikel ini menggali makna sufistik bulan Zulhijjah sebagai ruang spiritual untuk melakukan penyembelihan batin demi mencapai makrifatullah. Z...