Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Bagian 1: Menyembelih Binatang Diri: Tafsir Sufistik Bulan Zulhijjah

Gambar
Salewangang Ilmu Maros- "Dalam diri setiap kita, terdapat ratusan binatang.  Ada Kera, babi, serigala, kambing dan hewan lainnya, bersemayam dalam diri.  Tentu, binatang diri bersifat potensi, dan boleh jadi telah mengaktual". (Alfyt Lyceum, Filsuf Muda Makassar, 2024) "Dalam fitrah kita masing-masing ada ratusan babi.  Kalau kalian tak mengetahui perihal babi-babi kalian sendiri, maka kalian tak akan pernah mengenal jalan cinta". (Fariduddin Attar, Filsuf Iran)  Bulan Zulhijjah dikenal sebagai waktu yang sarat dengan ibadah ritual, terutama haji dan penyembelihan hewan qurban. Namun, dalam perspektif tasawuf, momentum ini lebih dari sekadar ritual lahiriah. Ia adalah panggilan batin untuk menyembelih "binatang diri" — simbol dari hawa nafsu, ego, dan keakuan yang menjadi hijab antara hamba dan Tuhannya. Artikel ini menggali makna sufistik bulan Zulhijjah sebagai ruang spiritual untuk melakukan penyembelihan batin demi mencapai makrifatullah. Z...

KUA Lau Tambah Surat Pernyataan Kebenaran Data sebagai Syarat Kelengkapan Berkas Catin

Gambar
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lau kini menetapkan penambahan dokumen baru dalam persyaratan administrasi pernikahan. Mulai bulan Mei 2025, calon pengantin (Catin) wajib melampirkan Surat Pernyataan Kebenaran Data sebagai bagian dari kelengkapan berkas pencatatan nikah. Kepala KUA Lau, H. Syamsuddin Caco, S. Ag, MM, menyampaikan bahwa penambahan dokumen ini bertujuan untuk memastikan keakuratan data pribadi calon pengantin, sekaligus sebagai bentuk pencegahan terhadap praktik pemalsuan identitas atau kesalahan administrasi. “Seringkali ditemukan ketidaksesuaian data antara dokumen yang dibawa calon pengantin, seperti perbedaan nama di KTP dan akta kelahiran. Dengan surat pernyataan ini, mereka menyatakan secara tertulis bahwa semua data yang disampaikan adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” ujarnya. Surat pernyataan tersebut berisi keterangan tertulis dari masing-masing calon pengantin yang menyatakan bahwa data pribadi yang disampaikan—termasuk ...

Kepala KUA Lau Terima Berkas Wakaf Masjid Nurul Iman Bonto Kapetta II

Gambar
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lau, H. Syamsuddin Caco, S. Ag, MM, resmi menerima berkas tanah Wakaf Masjid Nurul Iman Bonto Kapetta II kelurahan Allepolea kecamatan Lau, Senin (19/5).  Penyerahan berkas tanah wakaf tersebut merupakan bagian dari proses legalisasi administrasi wakaf sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap aset keagamaan masyarakat. Acara penyerahan berkas disaksikan oleh H. Faizal. S. Ag, penyuluh Agama Islam KUA Kec Lau, pihak wakif atas nama Mukhtar, selaku Imam lingkungan Bonto Kapetta II serta nadzir yang ditunjuk, Rabbani, pengurus Masjid Nurul Amin, yang berlokasi di lingkungan tersebut. Kepala KUA Lau menyampaikan apresiasinya atas kesadaran masyarakat untuk menempuh jalur hukum dalam proses wakaf. “Wakaf merupakan amal jariyah yang bernilai abadi, dan dengan berkas tanah wakaf ini, status tanah masjid telah sah secara hukum negara maupun agama,” ujarnya. Berkas yang diserahkan meliputi surat pernyataan ikrar wakaf, sertifikat tana...

Visualisasi Makna: Kode dan Isyarat Gambar dalam Diskursus Filsafat dan Irfan. Oleh Syamsir Nadjamuddin

Gambar
Salewangang Ilmu Maros - Ini adalah sebuah karya seni abstraksi atau ilustrasi simbolik dengan elemen-elemen geometris dan warna yang khas karya HA Sahabuddin (Puang Babu, 2012), salah satu tokoh Jam'iyah Ahluth Thariqah Al Mutabarah Khalwatiyah Samman Turikale Maros. Berikut interpretasi visual berdasarkan penjelasan beliau. Bentuk Utama (Tengah) : Di bagian tengah terdapat bentuk segitiga dalam lingkaran, dikelilingi area berbentuk seperti mata atau biji. Ini bisa merepresentasikan "pusat kesadaran", "penglihatan batin", atau simbol spiritual seperti mata ketiga . Lapisan Warna dan Garis Warna hijau kekuningan membentuk lapisan seperti medan energi atau aura. Garis-garis berlapis-lapis di sekelilingnya membentuk pola simetris yang melambangkan harmoni atau keseimbangan kosmik. Empat Lingkaran di Sudut : Ada empat lingkaran di keempat sudut yang tampaknya identik dan terhubung ke pusat. Ini bisa menyimbolkan elemen dasar, arah mata angin, atau kes...

Apa yang Dibaiat dalam Tarekat: Tinjauan Irfan. Oleh: Syamsir N

Gambar
Apa yang Dibaiat dalam Tarekat: Tinjauan Irfan Oleh: Syamsir N Salewangang Ilmu Maros -Bai'at dalam tarekat bukan sekadar perjanjian formal antara murid dan guru spiritual (mursyid), melainkan pengikatan batin yang memiliki dimensi metafisik dan irfani. Artikel ini mengkaji makna bai'at dalam tarekat dari perspektif irfan (gnosis Islam), di mana bai'at dipahami sebagai pengikatan ruhani menuju pengenalan hakikat diri dan realitas Ilahi. Pendekatan irfani menekankan dimensi batiniah dari proses spiritual ini, bukan hanya praktik simbolik lahiriah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-hermeneutik terhadap teks-teks sufi dan irfani klasik seperti karya Ibn ‘Arabi, Imam Khomeini, dan Syekh Ahmad Sirhindi. Hasilnya, bai'at bukan hanya loyalitas terhadap mursyid, tetapi adalah penyerahan total kepada jalan ilahi yang disimbolkan melalui sang guru. Bai'at adalah awal dari perjalanan makrifat yang membimbing salik (penempuh jalan spiritual) menangga...

Imamah dan Shalat: Telaah Teologis dan Sosial dalam Praktik Keagamaan

Gambar
Salewangang Ilmu Maros -Artikel ini membahas keterkaitan antara konsep  imamah  (kepemimpinan) dan praktik shalat dalam Islam. Melalui pendekatan teologis dan sosiologis, tulisan ini menguraikan bagaimana peran imam dalam shalat bukan hanya bersifat ritualistik, melainkan juga menjadi simbol keteraturan sosial dan kepemimpinan spiritual umat. Dengan menyertakan kutipan dari Al-Qur’an, hadis, dan pandangan ulama dari berbagai mazhab, artikel ini menegaskan pentingnya pemahaman integratif terhadap makna  imamah  dalam konteks ibadah dan kehidupan kolektif umat Islam. Shalat adalah ibadah paling mendasar dalam Islam dan dijuluki sebagai  tiang agama  (عمود الدين). Dalam konteks berjamaah, shalat menjadi lebih dari sekadar komunikasi dengan Tuhan—ia menjelma menjadi praktik sosial, tempat disiplin kolektif umat teruji. Dalam kerangka ini, peran seorang imam (pemimpin shalat) menjadi sentral.  Imamah  dalam shalat tidak hany...