( Bagian Kedua ) Syeikh Hidayat Mengelupas Enam Pasal Wasiat Imamah
2. Tauhid (Appassewwang)
Kata tauhid dengan makna " wahhadah " yang artinya " menyatukan ".
Sesuatu yang disatukan mengandung pengertian bahwa ada banyak unsur/macam yang dipersatukan yang tadinya juga semuanya berasal dari yang satu, yaitu Allah SWT yang Maha Esa. Pengertian inilah yang terkandung dalam firman Allah SWT :
" Innaalillaahi wainnailaihi raaji'uun ".
Inilah yang perlu diketahui, difahami, diyaqini dan dirasakan oleh orang yang pernah berbai'at untuk salik dalam Tarekat Khalwatiyah Samman. Dalam catatan tulisan tangan Puang Abdullah ( Ipuang Mallebue Mesana ) Di Leppakomai, beliau menulis : " Narekko Mappasewwako, Aja' Muappasisowo', Narekko Mappallaisekko Aja' Muappassarang ", maksudnya : narekko mappassewwako ( Tuhan dengan hamba ), hendaknya difahami bahwa antara Allah dengan hamba tidak bercampur, artinya kita punya wujud dinafikan dalam hal ini, narekko mappallaisekko, aja' muappassarang, maksudnya: ketika kita membuktikan kehambaan kita dalam bentuk ibadah lahiriyah, hendaknya kita mempunyai pemahaman bahwa antara Allah dan hambanya tak ada batas ( artinya satu saja ). Singkatnya, konsep mappassewwa, mappallaiseng dalam ajaran Ipuang, haruslah diemban secara simultan dalam beribadah, dengan kata lain bahwa konsekwensi dari konsep mappassewwa, harus di landasi pemahaman bahwa hanya DIA yang ada, sedangkan penerapan mappallaiseng, wajiblah dilaksanakan secara nyata dalam bentuk peribadatan.
Dalam ungkapan lain, Ipuang berpesan : pallinrungngihakeka'e, pannessai syareya'e.
3. Ibadah ( Massompa )
Ibadah itu terbagi dua yaitu :
a. Ibadah Mahdha.
Adalah ibadah yang sudah baku, tidak boleh dirobah, tidak boleh dihilangkan, tidak boleh diganti, artinya sudah ditetapkan berdasarkan contoh dari Nabi SAW. Inilah yang kemudian disebut Ipuang dengan istilah, pakkasiwiang, contohnya: shalat, puasa, haji dll.
b. Ibadah Gairu Mahdha.
Adalah ibadah yang kita lakukan sehari-hari yang syarat dan rukunnya tidak ditentukan, artinya kita bebas melakukannya tanpa harus mencontoh persis seperti yang dilaksanakan Nabi SAW.
Contoh :
1) Ibadah yang paling mudah, murah, meriah, cepat, pengucapan dengan tulus : assalaamualaaikum, waalaaikummussalaah, alhamdulillah, bismillaah dll, menegur sapa yang sopan, senyum dll.
2) Memberikan da'wah, ceramah, pencerahan, nasehat, contoh tauladan yang baik.
3) Hijrah, meninggalkan kampung halaman untuk tujuan mulia, kesejahteraan dan hijrah yang paling hakiki adalah meninggalkan segala larangan Allah SWT, baik lahiriyyah maupun bathiniyyah. Ipuang berpesan:" Aja' mutudang bawang, aja' tomumammekko bawang"
4) Jihad artinya bersungguh-sungguh atau berjuang dijalan Allah SWT. Ada jihad yang sifatnya khusus yaitu jihad unnafsi, artinya jihad melawan diri sendiri. Ipuang berpesan : " Iapa nariaseng sewwae tau orowane, narekkonacau'I alena, bettuanna nacau' hawa nafsunna, iaregga naewai massarang engkana alena "Seorang arif berkata : Aku bermimpi bertemu dengan Tuhanku, aku berkata kepadaNya, bagaimana aku menemukannmu wahai Tuhanku dan Tuhanku berkata : Tinggalkan dirimu lalu engkau menuju kepada Ku.
3. Ittiba' ( Akkacoereng )
Ada dua aspek ittiba' ( akkacoereng ) yaitu :
a. Akkacoereng lahiriyyah.
Adalah segala bentuk ibadah mahdhah yang sudah baku dalam syarat danrukunnya, contoh : shalat, puasa, zakat, haji dll.
b. Akkacoereng bathiniyyah.
Adalah segala sesuatu yang menyangkut ilmu, pemahaman, keyakinan sertaperasaan dalam menghayati agama secara hakiki, contoh: mendalami maknatarekat, makna dzikirjahar dll.
Ipuang berpesan: " Narekko mappassewwako, aja' mu mappasisowo' ( de'usicampuru' ) Puang Allah Ta' aala, nasabaiidi' de' engkata, engkami Puangnge ". Selanjutnya pesan Ipuang :
" narekkoaja' muappassarang, bettuanna narekko mupahangngi alemu makkeda esilaengekko Puang Allah Ta'aala, ateka'kengngi makkedae de' nakilaing pole ri Puang Allah Ta'aala, nasaba' de' apoletta rilainnae Allah Ta'aala. mappallaisekko.
4.Hakekat Shalat ( Rahasiana sempajangnge )
Di dalam Al-Qur'an ada ayat yang artinya : Peliharalah atas banyak shalat dan peliharalah pula satu shalat (shalat wushtha/pertengahan )
Banyak shalat maksudnya adalah shalat 5 waktu dan shalat yang lain, sedang shalat wushtha adalah diantara yang 5 waktu ( shalat aplikasi ). Tentang shalat aplikasi ini, Ipuang berpesan : Issengngi makkedae naiyya sininna decengnge, sempajang manengngiritu.
Praktek lain dari shalat wushtha adalah senantiasa berdzikir ( mengingat Allah ), baik dikala kita berdiri,duduk atau berbaring, sesuai firman Nya yang artinya : "Berdzikirlah kepada Allah tatkala berdiri, duduk dan berbaring". Dalam kaitan dengan shalat hakiki, Ipuang berpesan :
"Issengngi makkedae ,naiyya riasengnge sempajang, iyanaritu tuwo, temmatena Allah Ta'aala" Orang arif Billah berpesan : " kesempurnaan shalat ( ibadah ) , adalah ketika yang disembah itu, nyata pada diri yang menyembah "
5. Hakekat Mati ( Bicaranna Amatengengnge )
Mati itu ada dua bentuk yaitu :
a. Mati Hissy, yaitu ketika jasad dan roh berpisah untuk sementara waktu. Ini adalah bentuk mati orang awam.
b. Mati Ma'nawy. orang arif Billah tidak mengalami mati hissy, karena mereka telah mencapai kematian " ma'nawy ", karenanya mereka itu sering disebut dengan istilah " mallinrung " atau " matinro ", contohnya : Ipuang ( matinroe rimasigi'na ). Mati Ma'nawy, adalah bentuk kematian para wali, para ahlul hakikah, yaitu mereka yang sampai pada derajat " fana " , bahkan " baqa Fillah " , mereka itu telah mencapai pengalaman spiritual puncak (uns/Trans/hudhuri}, yaitu hadir secara hakiki bersama dengan Allah SWT dimanapun dan kapanpun, semua aktivitasnya berangkat Allah, menuju Allah, bersama-sama dengan Allah ( Minallahi, Illal-lahi, Ma'Allahi). Itulah yang dimaksud Firman Allah dalam Al-Qur'an yang artinya : "Barang siapa yang mati, maka kami hidupkan ( dengan kehidupan yang hakiki ). Kematian seperti inilah yang menjadi andalan orang " arif " yang senantiasa dekat dengan Allah SWT. Itu pulalah makna hakiki dari dzikir LaaIlaahaIllalaah ( tidak ada yang maujud kecuali Allah SWT ).
Maraji':
✓ Majelis Dzikir Syaikh Khairul Waritsin bersam Syeikh Hidayat Hasbullah Puang Rukka Turikale Maros
✓ Repost Syamsir Nadjamuddin
Komentar
Posting Komentar