TELLOINGENG 6: SHALAT SUNAT HARI KAMIS BULAN SYA’BAN

SHALAT SUNAT KAMIS SYA’BAN

Shalat ini adalah shalat dua rakaat pada setiap hari Kamis.
Pada setiap rakaat, setelah membaca al-Fatihah, membaca surah al-Ikhlas 100 kali. Setelah membaca salam, membaca salawat sebanyak 100 kali.

Dengan demikian, Allah akan memenuhi setiap kebutuhan akhirat dan dunia Anda. Berpuasa pada hari ini juga merupakan salah satu amalan yang memiliki keutamaan. Di sebuah hadis disebutkan bahwa pada setiap hari Kamis bulan Sya’ban, para malaikat sibuk menghiasi langit.
Mereka berseru, “Wahai Tuhan kami, ampunilah orang-orang yang berpuasa pada hari ini dan kabulkanlah doa mereka.”

Nabi Muhammad saw bersabda, “Sesungguhnya pada hari Senin dan Kamis pada bulan Sya’ban, maka Allah Swt akan memberi kebutuhannya dunia dan akhiratnya masing-masing dua puluh kebutuhan.”

Syamsir N

Sumber Kitab dan Rujukan
Amalan shalat dan puasa pada hari Kamis bulan Sya‘ban tidak ditemukan secara spesifik dan eksplisit dalam kitab-kitab hadis induk yang paling sahih (seperti Ṣaḥīḥ al-Bukhārī dan Ṣaḥīḥ Muslim), namun disebutkan dalam kitab-kitab fadā’il al-a‘māl (keutamaan amal) dan literatur nasihat keagamaan, dengan sanad yang lemah (ḍa‘īf) namun diterima untuk amalan keutamaan, sebagaimana kaidah jumhur ulama.

1. Al-Bayhaqī (w. 458 H)
البيهقي، أبو بكر أحمد بن الحسين
Shu‘ab al-Īmān
Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
➡️ Kitab ini banyak memuat riwayat tentang:
keutamaan hari Senin dan Kamis,
keutamaan bulan Sya‘ban,
amalan shalat dan puasa sunnah.
2. Ibn Abī Shaybah (w. 235 H)
ابن أبي شيبة، عبد الله بن محمد
Al-Muṣannaf
Beirut: Dār al-Fikr.
➡️ Memuat atsar sahabat dan tabi‘in tentang:
pengkhususan hari tertentu untuk ibadah,
keutamaan puasa sunnah, termasuk Kamis.
3. Al-Ghazālī (w. 505 H)
الغزالي، أبو حامد
Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn
Beirut: Dār al-Ma‘rifah.
➡️ Al-Ghazālī menyebut banyak amalan:
shalat sunnah tertentu,
wirid dan salawat,
fadilah waktu-waktu khusus,
meskipun sering tanpa takhrij detail.
4. ‘Abd al-Qādir al-Jīlānī (w. 561 H)
عبد القادر الجيلاني
Ghunyat al-Ṭālibīn
Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
➡️ Menyebut:
amalan-amalan sunnah pada hari dan bulan tertentu,
praktik ibadah kaum saleh (ahl al-ṣalāḥ).
5. Jalāl al-Dīn al-Suyūṭī (w. 911 H)
السيوطي، جلال الدين
Al-Jāmi‘ al-Ṣaghīr
Beirut: Dār al-Fikr.
➡️ Menghimpun hadis-hadis fadilah:
Senin dan Kamis,
puasa dan salawat,
dengan status hadis beragam.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Dibaiat dalam Tarekat: Tinjauan Irfan. Oleh: Syamsir N

Makna Filosofis Titik Nol Bone Prediksi Data Penulis, Saat Menghadiri Upacara Akbar HAB Ke-80 Kemenag RI di Kab Bone

TELLONGENG 4: DOA POHON KENABIAN DI BULAN SYA'BAN